Senin, 25 Juni 2012

RESHUFFLE KABINET PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO


RESHUFFLE KABINET
PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Masih ingat kita beberapa hari yang lalu dan sampai saat ini tetap ramai dibicarakan diberbagai Media Elektronik dan Cetak seperti: Televisi, Radio, media online dan diberbagai Koran-koran adalah tentang Reshuffle Kabinet Presiden SBY, Presiden SBY untuk Reshuffle Kabinet kali ini memfokuskan pada kinerja para Menteri-menteri supaya lebih baik lagi, mengingat akhir-akhir ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat bahwa kinerja para Menterinya tidak memuaskan dan ini sangat berpengaruh pada citra SBY saat ini, bahkan poling yangdilakukan oleh beberapa lembaga citra SBY menurun akibat kinerja para Menterinya kurang sehingga apa yang disampaikan Presiden tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan pada saat beliau mencalonkan diri sebagai Presiden.
Reshuffle Kabinet dilakukan mengingat ada beberapa Menteri kinerjanya kurang baik dan Presiden menerima berbagai masukan dari para tokoh masyarakat, Perguruan Tinggi dan lembaga-lembaga lain, tetapi begitu diumumkan kabinetnya ternyata Presiden SBY terlalu banyak mengakomodir dari golongan partai-partai terbukti Menteri yang kinerjanya tidak baik atau diduga korupsi seharusnya diganti tetapi tidak diganti seperti Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar diduga terlibat dengan proyek di Papua, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng diduga terlibat dengan pembangunan wisma atlet di Palembang dan yang ,menjadi pertanyaan rakyat adalah menteri yang kinerjanya baik menurut penelitian masyarakat malah diganti seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mantan Gubernur Gorontalo.
Jika melihat tersebut maka tentunya kita sebagai rakyat menilai hal ini disebabkan karena tarik menarikkepentingan dengan partai lain supaya posisi SBY tetap terjaga dengan baik apalagi dengan adanya Kualisi Partai, maka pasti tidaklepas bahwa pergantian menteri saat ini karena politik dan kurang mengakomodir para akademis dan kehendak rakyat terutama rakyat kecil.
Ini merupakan gambaran singkat tentang Reshuffle Kabinet atau Pergantian Menteri yang terlalu mengakomodir kehendak kepentingan Partai demi politik.


 

Susunan Menteri Baru Hasil Reshuffle Kabinet 2011
Pak SBY mengumumkan dan melantik para Menteri dan Wakil Menteri baru hasil Reshuffle Kabinet. Setelah melakukan serangkaian pemanggilan calon menteri dan calon wakil menteri di Puri Cikeas Indah, Bogor, dan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, selama hamper sepekan, Presiden SBY akhirnya mengumumkan dan melantik susunan Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa-Rabu 18-19 Oktober 2011.
Reshuffle atau perombakan kabinet kali ini dapat dianggap merupakan Reshuffle yang terbesar sepanjang sejarah pemerintahan Presiden SBY. Dimana Kepala Negara telah mengeluarkan atau menggeser sekitar sepertiga dari jumlah anggota kabinetnya.
Berikut susunan Kabinet Indonesia Bersatu II pasca-reshuffle:
·         Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan: Marsekal TNI Purn Djoko Suyanto
·         Menteri Koordinator Bidang Perkonomian: Hatta Rajasa
·         Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat: Agung Laksono
·         Menteri Sekretaris Negara: Sudi Silalahi
·         Menteri Dalam Negeri: Gamawan Fauzi
·         Menteri Luar Negeri: Marty Natalegawa
·         Menteri Pertahanan: Purnomo Yusgiantoro
·         Menteri Hukum dan HAM: Amir Sjamsuddin (menggantikan Patrialis Akbar)
·         Menteri Keuangan: Agus Martowardjojo
·         Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Jero Wacik (menggantikan Darwin Zahedy Saleh)
·         Menteri Perindustrian: MS Hidayat
·         Menteri Perdagangan: Gita Wirjawan (menggatikan Mari Elka Pangestu)
·         Menteri Pertanian: Suswono
·         Menteri Kehutanan: Zulkifli Hasan
·         Menteri Perhubungan: EE Mangindaan (menggantikan Freddy Numberi)
·         Menteri Kelautan dan Perikanan: Tjitjip Sutardjo (menggantikan Fadel Muhammad)
·         Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi: Muhaimin Iskandar
·         Menteri Pekerjaan Umum: Djoko Kimanto
·         Menteri Kesehatan: Endang Rahayu Sedyaningsih
·         Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: M Nuh
·         Menteri Sosial: Salim Segaf Aljufrie
·         Menteri Agama: Suryadharma Ali
·         Menteri Parieisata dan Ekonomi Kreatif: Mari Elka Pangestu (menggantikan Jero Wacik)
·         Menteri Komunikasi dan Informatika: Tifatul Sembing
·         Menneg Riset danTeknologi: Gusti Mohammad Hatta (menggantikan Suharna Surapranata)
·         Menteri Negara Urusan koperasi dan UKM: Syarifuddin Hasan
·         Menneg Lingkungan Hidup: Beerth Kambuaya (menggantikan Gusti Moh Hatta)
·         Menneg Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Agum Gumelar
·         Menneg Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Azwar Abubakar (menggantikan EE Mangindaan)
·         Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal: Helmy Faisal Zaini
·         Menneg PPN/ Kepala Bappenas: Armida Alisjahbana
·         Menneg BUMN: Dahlan Iskan (menggantikan Mustafa Abubakar)
·         Menneg Perumahan Rakyat: Djan Faridz (menggantikan Suharso Manoarfa)
·         Menneg Pemuda dan Olahraga: Andi Malarangeng
·         Pejabat Negara
§  Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto
§  Kepala BIM (Badan Intilijen Negara): Letjen TNI Marciano Norman (menggantikan Jenderal Pol Purn Sutanto)
Hasil perombakan kabinet memperlihatkan sejumlah menteri yang kurang kompeten dibidangnya. Ada juga ketidakjelasan konsep tata kelola pemerintahan, dengan menempatkan wakil menteri sebanyak 20 orang. Hal ini dinilai bias menjadi boomerang karena tidak sinkronnya kebijakan, bahkan bias jadi sandera bagi para menteri.

0 komentar:

Posting Komentar